Posts filed under 'Info'
Perhitungan Pajak 2009
Tarif Pajak Penghasilan Tahun 2009
Tarif pajak yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak mulai tahun 2009
- Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri
Lapisan PKP <= 50.000.000 dikenakan 5%
Lapisan PKP > 50.000.000 - 250.000.000 dikenakan 15%
Lapisan PKP > 250.000.000 - 500.000.000 dikenakan 25%
Lapisan PKP > 500.000.000 dikenakan 30% - Wajib Pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap adalah sebesar 28%
Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Tahun 2009 – UU 36/2008
PTKP yang mulai berlaku tahun 2009 untuk perhitungan pajak penghasilan Wajib Pajak pribadi.
- Rp 15.840.000,00 (lima belas juta delapan ratus empat puluh ribu rupiah) untuk diri Wajib Pajak orang pribadi;
- Rp 1.320.000,00 (satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah) tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin;
- Rp 15.840.000,00 (lima belas juta delapan ratus empat puluh ribu rupiah) tambahan untuk seorang isteri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1); dan
- Rp 1.320.000,00 (satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah) tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3
(tiga) orang untuk setiap keluarga.
Contoh :
1. Kalau kamu udah kawin dan istri tidak bekerja dan punya 4 orang anak, gaji bulanan Rp 9.000.000,00
PKP = (12 x Rp 9.000.000) – Rp 15.840.000 – Rp 1.320.000 – Rp 15.840.000 – (3 x Rp 1.320.000)
= Rp 71.040.000
2. Kaitannya dengan Sunset Policy. Kalau Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp75.000.000,00
Pajak Penghasilan yang harus dipotong bagi Wajib Pajak yang memiliki NPWP adalah:
5% x Rp50.000.000,00 = Rp2.500.000,00
15% x Rp25.000.000,00 = Rp3.750.000,00(+)
Jumlah pajak/thn = Rp6.250.000,00
Pajak Penghasilan yang harus dipotong jika Wajib Pajak tidak memiliki NPWP adalah:
5% x 120% x Rp50.000.000,00 = Rp3.000.000,00
15% x 120% x Rp25.000.000,00 = Rp4.500.000,00(+)
Jumlah pajak/thn = Rp7.500.000,00
*) semua pajak dihitung pertahun. (tinggal dibagi 12 untuk mencari pph/bln)
6 comments Desember 9, 2008
Daftar Telepon Taxi di Jakarta
Daftar no telp taxi di Jakarta. Sengaja gw tulis biar ngga lupa ;p
FAVOURITE-KU
1.BlueBird Taxi – 7981001, 7941234 (SAFE)
2.Dian Taxi – 58904949, 5807070 (Murah)
3.Taxiku Taxi – 47862121 (Boljug)
4.TransCAB Taxi – 58355500 (With TV)
Kalo pas ada yang mampir trus ngerasa ada yang salah ama tulisan ini tolong dilaporin yah.. biar diupdate
Tambahan dari tetangga :
1. Batavia 7336776
2. Blue Bird 7941234 7981001 7989000 7944444
3. Cendrawasih 4602706
4. Centris 5268922 5843126 8009641
5. Citra 7817771 7817233 8451717
6. Dian 4250505 5807070 7378811
7. Dynasty 5680986
8. Express 5761313 5709009 s/d 11
9. Gading 4613001 4613002 5551840
10. Gamya 8403838 8403848 87795555
11. Koperasi 8408877
12. Kosti 7801333 7445055 7875166
13. Jakarta International 3143777
14. Liberty 8708888 7398303 351845
15. Lintas Buana 87755555
16. Master 5854545 5847724
17. Maya Kencana 7401809
18. Metropolitan 4204444 4207277 4202222 5807070
19. Morante Jaya 4603333 7990429 7971245
20. Prestasi 4754545
21. Putra 7817771
22. Queen 6410001 8710824
23. Rajawali 8401133
24. Ratax 7398669 7398303 5302625
25. Royal City 8500888 8011667
26. Silver Bird 7941234 7981001 86600745
27. Sri Medali 8005555 8006666 8091650
28. Steady Safe 3922222 3143333 3900001 3103344
29. Tiffany 5854545
30. Wahana 8009641
thanks and credits to www.pajak.net/blog
Add comment Desember 9, 2008
NPWP – Sunset Policy
Kemarin sempet browsing2 ke Kaskus, dan dapet Tret yang bermutu yang bisa menjelaskan tentang apa itu Sunset Policy.
berhubung ini menjadi HOT topic di kalangan orang2 yang sedang kebingungan sama yang namanya Sunset Policy.. gwa mo sharing sama temen2… btw Dateline untuk WP lama itu tgl 31 December 2008, klo WP baru (yang punya NPWP baru buat , punya kesempatan sampe Maret 2008)
gwa sendiri kerja di kosultant Pajak. dan menurut Info yang gwa dapet..
memang bener tuh pada tahun 2009 january 01, jam 00:00:01
misalnya fiskal
buat yang udah “punya” Npwp bakalan di bebasin dari segala bentuk Pajak Fiskal.
Misalnya klo Pada tahun 2008 kemaren lu ke luar negeri bayar Rp.1.000.000,- untuk penerbangan, dan Rp.500.000,- untuk perjalanan Darat / Laut.
nah pada Tahun berikutnya yang “punya” Npwp ga usah bayar Fiskal lagi tuh bro! TAPI buat yang ” Ga punya” NPWP, lu bakalan bayar Rp.3.000.000,- untuk Udara/Laut/Darat, (udah keluar Surat Edaran-nya) bisa di liat di http://www.pajak.go.id
nah satu lagi, yang ga punya NPWP pada tahun 2009, bayar pajaknya 20% lebih banyak dari pada yg punya NPWP.
==================================================
oh iya, Sunset policy itu , BUKAN PENGAMPUNAN PAJAK tapi fasilitas penghapusan DENDA dan BUNGA dari pajak tahun-tahun yang belum atau kurang lapor. selama 10 tahun ke belakang untuk yang punya NPWP sebelum tahun 2008, dan yang punya NPWP pada tahun 2008, harus LAPOR pendapatan selama 5 tahun ke belakang jadi pada dasarnya pemerintah, mau rakyatnya “Bayar pajak dong klo ga blom di bayar”
tapi buat WP (wajib pajak) lama, pastinya lu ada bayar dong SPT tahunan 1998-2007 kemaren ? klo misalnya ada, bagi yang mau ikut sunset policy ini lu harus setor untuk Kurang Bayar jadi ibaratnya buat elo2 yang mo manfaat-in fasilitas Sunset policy ini. lu harus setor dengan nominal yang Wajar misalnya dulu pas itu dikau bayar spt 500rb per tahun. otomatis pemerintah maunya lu bayar lebih dari 500rb. jadi lu koreksi lagi sesuai dengan jumlah pajak yang harus di bayar sama lu gituu gan!
nah, ada satu lagi nih gan, ada FREE TAX Nilai pendapatan tidak kena pajak, yaitu pendapatan yang lu dapat selama “1 tahun” mau itu pasif / aktif / saham /atau deposito / capital gain (hasil jual tanah/rumah/property) jumlah yang lu bebas pajak itu adalah 12jt rupiah Per tahun, klo misalnya lu ada Istri sama anak, nah setiap Tanggungan km dapet 1,5jt Per tahun maksimum 3 pertanggungan, jadi mo anak lu 4 kek 8 kek, tetep aja, maksimum pertanggungan bebas pajak itu 3 orang, jadi 4 orang sama kepala keluarganya. total kurang lebih 15jt-an jadi klo pendapatan lu lebih dari itu lu bakalan kena pajak progresif dari pendapatan lu gan.
misalnya pendapatan lu 30jt neh bos setahun, lu bebas 15jt, jadi 15 jt lagi lu bayar tu pajak sesuai tarip, maksimal 35% kalau di atas 250JT per tahun.
nah, kira2 itu di atas gan buat FREE Tax Income.
berikutnya tentang Capital Gain neh bos..
gwa ngerti klo misalnya orang awam taunya tuh, klo punya properti terus jual itu property kan kena PAJAK bro ? 5% buat masing2 penjual sama pembeli , Betul ?
nah, misalnya PROPERTY “A” lokasinya di Fatmawati
dulu km beli Harga Rp.500jt tapi Nilai NJOP Rp.350Jt, nah tau lah gan, klo misalnya jual beli kan biar “Nilai PAJAK yang dibayarkan ke pemerintah biar motongnya ga banyak dari 5% itu biasanya orang liat Nominal mana yang paling kecil (dalam hal ini gwa yakin pasti orang bakalan suruh notarial bikin AJB/PPJB dengan nilai “NJOP”) nah jadi lu beli Property “A” dengan Rp.500.jt tapi di surat2 lu tulisnya 350Jt, buat kecilin Pajak. (tapi tetep bayar 500jt ke penjual property dong) nah tahun perolehan pada tahun 2001 terus pada tahun 2009 nanti lu jual nih, (ntah BU, ntah karena harganya naek) misalnya Harga NJOP property “A” lu sekarang 850jt ni. dan lu jual pada harga Rp.1,5M
otomatis kan lu bayar Pajak yang 5% neh bos, dan anggapan kita Final kan ?
pada kenyataannya TIDAK FINAL karena lu bakalan kena pajak lagi sebesar 30-35% ini lah yang di sebut “capital gain
jadi hitungnya gini, dulu lu beli property “A” dengan harga 500jt, tetapi lapornya 350jt (jadi pemerintah taunya “Nilai property lu 350JT, bukan 500jt)
nah pas lu Jual itu pada tahun 2009 sebesar 1,5M, atau klo misalnya Nominalnya lu kecilin jadi 1M deh contohnya. jadi dari 1M lu bayar 5% kan ? jadi 50Jt buat pajak yang katanya Final itu, terus lu bayar lagi gan dari
yang jualnya 1M dikurangin waktu lu beli 350jt.
jadi 650JT keuntungan lu dalam menjual Property tersebut. NAH dari 650jta itu, lu musti bayar 35% dari jumlah itu gan jadi lu musti bayar 227,5JT +50jt = buat Jual Property yang lu beli dengan harga 350jt, dan lu jual dengan harga 1M, lu musti bayar Pajak sebesar Rp. 277,500,000,-
kira2 seperti itu gan! klo tentang property
==================================================
kendaraan neh gan, mulai TAHUN 2009, klo lu mo “perpanjang” STNK/BPKB, lu diwajibkan melampirkan NPWP lu, ini bisa buat Kredit ke Pajak lu juga bro, biar pajak penghasilan lu bisa di kurangin dari “expenses yang lu keluarin selama setahun ini”
misalnya klo lu makan nih bro, lu kan ada bayar pajak restoran juga tuh, bisa juga dimasukin. terus ada juga beli barang2 dimana aja, misalnya Carefour/Makro atau dimana2 “yang bilang klo barangnnya ini sudah termasuk PPN 10%, dan lain lain. itu lu bisa masukin ke dalam SPT lu getu gan.
sedikit advantage sih. cuman klo lu ga lapor, kan sayang tuh gan hehehehe
==================================================
pemerintah sih maunya juragan-juragan sekalian laporin
semua Asset, ntah itu property / deposito / saham / tabungan / kendaraan
Kira2 Seperti itu dulu deh gan, nanti klo ada tambahan info lain, gwa update Pagenya
Jika Info ini berkenan mohon Klik Thanks aja udah cukup, klo kasi cendol juga boleh 

Buat temen-temen yang mo nambahin juga boleh
beberapa Faqs yang mungkin bisa membantu soalnya inbox saia full T-T
misalnya gini, sekarang kan lu blom kerja nih, jadi lu blom perlu NPWP, jadi NPWPlu bakalan ikut ke Orangtua lu, alias Bokap lu getu gan.
jadi klo misalnya lu keluar negeri, lu lampirin NPWP bokap lo sama bawa KK lu buat ke-asliannya sama f/c akte lahir, jadi kaya ngurus Bebas fiskal luar negeri gitu bos. , nah otomatis lu ga usa bayar Fiskal. asal bokap lu punya NPWP sama di bayar SPT bulanan-nya tapi bayar yg wajar.. klo misalnya sebulan bokap lu bayar pajak cuma 50.000 sebulan.
ntar akhir tahun 2009 pas pemeriksaan, bokap lu bakalan repot.. ntar ditanya, lu duit darimana lah itu lah. makanya klo bisa lapor pajak tuh nilainya Wajar 
so aman bro. nah klo misalnya Kerja sampingan brarti kan lu udah berpenghasilan nih. nah lu musti lapor SPT, dan kalo gaji lu dibawah Rp. 11.5jt lu bisa minta pembebasan pendapatan pajak. jadi lu bayar pajaknya ga banyak bos, klo itungannya lu bisa liat deh Tarrifnya, ada di httP://www.pajak.go.id
disana lu liat aja Tarrif perorangan itu berapa..
seingat gwa
klo 0-11.500.000, 0%
klo 11.500.001 – 25.000.000 10%
dst sampe
diatas 250.000.000,- per tahun musti bayar 30%
pajak buat perusahaan lain lagi.
0-50 jt 10%
dst.
sampe 500jt+ 35%
klo Misalnya Toko kelontong / Toko retail / toko – toko biasa , yang berbentuk, PD / CV / TB, Dll itu di anggap sebagai perorangan 
smoga cukup membantu
==================================================
|
Originally Posted by bonex234
Bos,
inpo pajak berguna banget nih. Ane baru tahu. brarti kalo kita belanja & jajan, struk nya musti disimpen gitu ? trus dilampirin dan dilaporin di SPT ? apa itu berarti mengurangi PPh yang kita setor ? Juga pajak motor/mobil ngurangin PPh yang kita setor ? PPh karyawan khan otomatis dah dipotong ama kantor. Apa kita bisa klaim ? |
Betul bro! soalnya kan lu bayar PPN, itu brarti lu yang bayar pajak. Struk2 itu buat bukti nanti ke Dirjen pajak klo pada akhir tahun dia periksa lu. tapi kalo udah lewat setahun, struknya sih di musnahkan juga gpp bro
jadi rumusannya sebenarnya gampang bro.
gross income – expenses = net income x (%) = nilai pajak yang harus di bayar. gitu
semoga membantu
==================================================
|
Originally Posted by siera777
gue barusan aja punya NPWP, terus setelah punya, apa yg harus gue lakukan? harus lapor penghasilan tiap tahun kah? cara lapornya gmn? thanks bos, tar gue kasih ijo2
![]() |
ok gan. tergantung sekarang lu kapan mulai terima penghasilan. . karena buat yang punya NPWP baru nih gan. lu musti bikin laporan SPT tahun lalu.
contoh nih gan.
kalo misalnya sekarang lu pertama kerja pas tahun 2005, brarti lu musti bikin SPT buat tahun 2005, 2006, 2007, sama 2008 gan. lu isi pendapatan lu berapa, terus kredit pajak yang lu udah bayar lewat orang lain (misalnya lu belanjra di carefour atau lu pernah beli barang dimana lalu ada kena PPN) nah itu lu bisa buat di kurangin pajak yang udah lu bayar gitu gan.
pada dasarnya lu setor pajak per bulan. terus lapor SPTnya setahun sekali. dengan menyertakan laporan bulanan lu gitu (kertas kuning) < kaya kwintansi bukti bayar pajak gitu. gan
cara lapornya, seperti di atas, tinggal isi kolom2 yang ada terus tingal lu print aja, lu bisa download formulirnya lewat Internet di website DJP.
oh iya, klo Form-nya pilih sesuai kriteria masing2
karena ada yg buat WP perorangan (karyawan/PD/CV/) / ada jg yang buat WP badan (PT)
semoga membantu 
==================================================
|
Originally Posted by bayurgister
Gimana kalau saya bayar pajak kendaraan tetepi stnk atas nama orang lain, bisa kah dimasukan dalam daftar pajak saya (kendaraan hibah)
Trimakasih gan |
gan, klo bayar pajak kendaraaan yang masih blum balik nama, lu lapor aja di SPT lu, di kolom asset. nanti lu pas masukin data kendaraan lu , catet juga nomer BPKB mobil/motornya.
tapi gan, klo tahun depan sih gwa saran mendingan di Balik nama klo misalnya berencana pake lama. klo enga yang gpp. di laporin tahun beli mobil 2ndnya kapan, dan nilainya berapa. kan ada tuh kwitansi dll.nya.
hehehe
ntar lu pas jual juga ada kwitansinya.. emang sih bro,, klo kendaraan / mesin pasti ada depresiasinya..
jadi rugi deh bro >.<
semoga membantu…
==================================================
|
Originally Posted by bluepheasant
Gan….newbie nih.. (baru bekerja)
berhubung anda orang pajak…jadi saya ingin sedikit bertanya: Adakah batas penghasilan minimal yang kena NPWP??? misal: orang yang penghasilannya kurang dari 2 juta sebulan apakah kena pajak?? apa pajak penghasilan itu sebesar 35%?? besar sekali yaa??? sadih aja merasakan sepertiga penghasilan kita masuk kas negara…memberi ke negara pada dasarnya tidak masalah..tapi masalahnya adalah takut pajak kita dikorupsi sama berbagai macam oknum terimakasih atas pencerahannya |
Maap gan gwa bukan orang PAjak hahaa, lebih tepatnya gwa bekerja di salah satu Firma Konsultan PAjak, ya itu perusahaan yang menjual Jasa
untuk membantu orang-pribadi atau perusahaan yang enga mo ribet. jadi kita2 ini di bayar buat ngerjaain semua kerjaan yang berhubungan dengan Pajak, mulai accounting dsb.
emang bro, 35% tuh bak nguras hampir separo pendapatan kite! gile gan gwa aja ampe pusing hahahaha
tapi setelah gwa bandingin sama negara tetangga kita. memang kita lebih besar, misalnya Malaysia sama Singapura, mereka punya Pajak 25%
tapi untuk rata2 10%-15%. tetapi untuk negara barat, itu sampe 40%. pajak emang bikin pusing gan! hehehe
tapi klo gwa denger dari DJP seh gan, pendapatan pemerintah di indonesia tuh minim banget.. yah.. misalnya klo di amerika, mereka kan punya yang namanya Social security number, dimana nomer ini nomer tunggal buat penduduk diamerika gan, semuamua-nya itu sama pakenya yg penting nomer itu gan. mo beli mobil. mo beli rumah, mo apply kartu kredit, mo kredit barang, dll. itu fungsinya sebenarnya melihat CREDIT history lu gan. sama aja kaya NPWP, sekarang di Indonesia berpenduduk 230 JUTA jiwa. tapi yang punya NPWP cuma 5 JUTA NPWP, itu aja kebanyakan adalah PT. Perusahaan Badan / Persero / Perusahaan Besar…. bayangin ga.. ga nyampe 10% dari total penduduk di Indonesia. okelah, kita hitung 1 kepala keluarga yang pegang NPWP, terus punya tanggungan 4 -5 orang deh katakan. brarti harusnya data NPWP yang di pemerintah kan minimal ada lah 70-80 Juta NPWP ? sekarang aja, logikanya nih gan… klo mau pasang Iklan musti bayar ga gan ? klo mau pasang iklan di Media cetak aja bayar gan, mau kata itu presiden kek, mau itu DPR kek, tetep bayar ke perusahaan media cetak, atau mo pasang iklan di TV, mereka juga bayar.. lah darimana duitnya gan ? dari anggaran pemerintah lah.. bayangin kemaren sempet tuh DJP pasang iklan gede 1 halaman. full colour. harganya 200jutaan++ tuh sekali pasang. satu hari doang.
mereka berani keluarin uang, makanya maksud pemerintah tuh ingin masyarakatnya bayar pajak, taat pajak..
nah kalo hubungan dengan Korupsi atau ada tindak pemerasan dari petugas pajak di kantor pajak atau yang datang ke tempat juragan terus maksa2 bayar atau di persulit untuk bayar melalui loket / setoran pajak. BISA GAN! lu punya HAK buat berbicara, soalnya ada tempat Pelaporan/pengaduan tentang pajak! di 500200 << nehhh nomer sakti (kata orang PRovostnya pajak))
jadi sebenarnya pajak itu ga sulit, cuman memang dengan “Persentase yang amat tinggi ini bikin hati gak rela’
ibaratnya , ORaNG Kita yaNg Cape cape Kerja kok yang Cuan (untung) pemerintah ? 
nah kira2 gitu deh Gan garis besarnya.
==================================================
|
gw nda ngerti….
tp gw mw nanya… 1.yang wajib mempunyai NPWP sapa aja ya? mohon info-nya. thx |
1. yang wajib punya NPWP, itu setiap orang yang sudah berkeluarga / mempunyai penghasilan aktif maupun pasif, Janda yang di tinggal meninggal oleh suaminya. tetapi mempunyai penghasilan pasif / aktif,
2. nah ini dia bro Bisnis Property belum tau perkembangannya bagaimana. pada dasarnya itu tergantung pada pihak pembeli / penjual masing2 bagaimana cara menangulanginya
*if you know what i mean*
3. klo nyicil barang / rumah / mobil. artinya kan Pengeluaran juragan ga seperti beli mobil langsung CASH and carry.
scontohnya nih gan..
Beli Mobil Nyicil 3 tahun. perbulan 2juta. nah itu musti bro sesuai-in sama pajak yang bro bayar.
ntar di tanya.. loh pak, bapak sebulan aja musti bayar cicilan mobil 2juta, berarti Penghasilan Netto Bapak lebih dari 2JTa, nah kalo bro cuma setor pajak bilang penghasilan cuma 1,5jt perbulan.. kan bisa berabeh gan… gitu..
nah terus klo misalnya langsung JREB! beli mobil bayar 250JT! nah loh, ntar pasti pas beli ditanyain NPWPnya pak. klo dealer mobil sih keluarin aja tuh mobil. orang namanya dagang.
nah terus kan di NPWP dikau misalnya kasi tau ke pemerintah kalo bro punya duit deposito misalnya 350jta nah, bro ga bakalan tuh di periksa sama Orang pajak. tapii klo bro ga ada asset atau apa yg senilai sama expense yang bro keluarin.. ntar si pemerintah pajak resenya mulai tuh. periksa sana sini, tanya sana sini. getu bro..
jadi intinya barang yang bro beli pasti kan ada PPN / PPNBM atau semacamnya lah. sekarang bro klo beli mobil pasti bayar pajak kan? pajak mobil pajak BPKB, STNK DLL,
itu sudah termasuk bro bayar pajak kok.. selama ini kita udah bayar pajak mobil kok
kalo perpanjang stnk hehehe..
==================================================
Thanks and credits to abokz29 @Kaskus
8 comments Desember 7, 2008
Plat Nomor Kendaraan di Indonesia
Berikut adalah daftar nomor polisi untuk kenderaan pejabat penting di Indonesia:
* RI 1: Presiden
* RI 2: Wakil Presiden
* RI 3: Istri/suami presiden
* RI 4: Istri/suami wakil presiden
* RI 5: Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat
* RI 6: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
* RI 7: Ketua Dewan Perwakilan Daerah
* RI 8: Ketua Mahkamah Agung
* RI 9: Ketua Mahkamah Konstitusi
* RI 10: Ketua Badan Pemeriksa Keuangan
* RI 11: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
* RI 12: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
* RI 13: Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
* RI 14: Menteri Sekretaris Negara
* RI 15: Menteri Sekretaris Kabinet
* RI 16: Menteri Dalam Negeri
* RI 17: Menteri Luar Negeri
* RI 18: Menteri Pertahanan
* RI 19: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
* RI 20: Menteri Keuangan
* RI 21: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
* RI 22: Menteri Perindustrian
* RI 23: Menteri Perdagangan
* RI 24: Menteri Pertanian
* RI 25: Menteri Kehutanan
* RI 26: Menteri Perhubungan
* RI 27: Menteri Kelautan dan Perikanan
* RI 28: Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
* RI 29: Menteri Pekerjaan Umun
* RI 30: Menteri Kesehatan
* RI 31: Menteri Pendidikan Nasional
* RI 32: Menteri Sosial
* RI 33: Menteri Agama
* RI 34: Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
* RI 35: Menteri Komunikasi dan Informasi
* RI 36: Menteri Negara Riset dan Teknologi
* RI 37: Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah
* RI 38: Menteri Negara Lingkungan Hidup
* RI 39: Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan
* RI 40: Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
* RI 41: Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal
* RI 42: Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional
* RI 43: Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara
* RI 44: Menteri Negara Perumahan Rakyat
* RI 45: Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga
* RI 46: Jaksa Agung
* RI 47: Panglima Tentara Nasional Indonesia
* RI 48: Kepala Kepolisian Republik Indonesia
* RI 52: Wakil Ketua DPR
* RI 59: Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan
Corps Diplomatic dan Corps Consular
Mobil milik Corps Diplomatic (Kedutaan Besar maupun Organisasi Internasional) memiliki kode khusus, yakni CD diikuti dengan angka. Untuk mendapatkan STNK dan BPKB, haruslah mendapatkan rekomendasi dari Departemen Luar Negeri.
Berikut adalah daftar nomor polisi untuk Corps Diplomatic di Indonesia:
* CD 12: Amerika Serikat
* CD 13: India
* CD 14: Britania Raya
* CD 15: Vatikan
* CD 16: Norwegia
* CD 17: Pakistan
* CD 18: Myanmar
* CD 19: China
* CD 20: Swedia
* CD 21: Arab Saudi
* CD 22: Thailand
* CD 23: Mesir
* CD 24: Perancis
* CD 25: Filipina
* CD 26: Australia
* CD 27: Irak
* CD 28: Belgia
* CD 29: Uni Emirat Arab
* CD 30: Italia
* CD 31: Swiss
* CD 32: Jerman
* CD 33: Sri Lanka
* CD 34: Denmark
* CD 35: Kanada
* CD 36: Brazil
* CD 37: Rusia
* CD 38: Afghanistan
* CD 39: Yugoslavia (Serbia ?)
* CD 40: Republik Ceko
* CD 41: Finlandia
* CD 42: Meksiko
* CD 43: Hongaria
* CD 44: Polandia
* CD 45: Iran
* CD 47: Malaysia
* CD 48: Turki
* CD 49: Jepang
* CD 50: Bulgaria
* CD 51: Kamboja
* CD 52: Argentina
* CD 53: Romania
* CD 54: Yunani
* CD 55: Yordania
* CD 56: Austria
* CD 57: Suriah
* CD 58: UNDP
* CD 59: Selandia Baru
* CD 60: Belanda
* CD 61: Yaman
* CD 62: UPU
* CD 63: Portugal
* CD 64: Aljazair
* CD 65: Korea Utara
* CD 66: Vietnam
* CD 67: Singapura
* CD 68: Spanyol
* CD 69: Bangladesh
* CD 70: Panama
* CD 71: UNICEF
* CD 72: UNESCO
* CD 73: FAO
* CD 74: WHO
* CD 75: Korea Selatan
* CD 76: ADB
* CD 77: Bank Dunia
* CD 78: IMF
* CD 79: ILO
* CD 80: Papua Nugini
* CD 81: Nigeria
* CD 82: Chili
* CD 83: UNHCR
* CD 84: WFP
* CD 85: Venezuela
* CD 86: ESCAP
* CD 87: Colombia
* CD 88: Brunei
* CD 89: UNIC
* CD 90: IFC
* CD 91: UNTAET
* CD 97: Palang Merah
* CD 98: Maroko
* CD 99: Uni Eropa
* CD 100: ASEAN (Sekretariat)
* CD 101: Tunisia
* CD 102: Kuwait
* CD 103: Laos
* CD 104: Palestina
* CD 105: Kuba
* CD 106: AIPO
* CD 107: Libya
* CD 108: Peru
* CD 109: Slowakia
* CD 110: Sudan
* CD 111: ASEAN (Yayasan)
* CD 112: (Utusan)
* CD 113: CIFOR
* CD 114: Bosnia-Herzegovina
* CD 115: Libanon
* CD 116: Afrika Selatan
* CD 117: Kroasia
* CD 118: Ukraina
* CD 119: Mali
* CD 120: Uzbekistan
* CD 121: Qatar
* CD 122: UNFPA
* CD 123: Mozambik
* CD 124: Kepulauan Marshall
Kode Wilayah Pendaftaran Kendaraan Bermotor
Kode wilayah pendaftaran kendaraan bermotor ditetapkan oleh Peraturan Kapolri Nomor Polisi 4 Tahun 2006.
Sumatera
* BL = Nanggroe Aceh Darussalam
* BB = Sumatera Utara Bagian Barat (Tapanuli)
* BK = Sumatera Utara
* BA = Sumatera Barat
* BM = Riau
* BP = Kepulauan Riau
* BG = Sumatera Selatan
* BN = Kepulauan Bangka Belitung
* BE = Lampung
* BD = Bengkulu
* BH = Jambi
Jawa
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat
* A = Banten: Kabupaten/Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, Kabupaten
Lebak, sebagian Kabupaten Tangerang
* B = DKI Jakarta, Kabupaten/Kota Tangerang, Kabupaten/Kota Bekasi, Kota Depok
* D = Kabupaten/Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat
* E = eks Karesidenan Cirebon: Kabupaten/Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu,
Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan (E – YA/YB/YC/YD)
* F = eks Karesidenan Bogor: Kabupaten/Kota Bogor, Kabupaten Cianjur,
Kabupaten/Kota Sukabumi
* T = Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, sebagian Kabupaten Bekasi,
Kabupaten Subang
* Z = Kabupaten Garut, Kabupaten/Kota Tasikmalaya, Kabupaten Sumedang, Kabupaten
Ciamis, Kota Banjar [1]
Jawa Tengah dan DI Yogyakarta
* G = eks Karesidenan Pekalongan: Kabupaten (G – B)/Kota Pekalongan (G – A),
Kabupaten (G – F)/Kota Tegal (G – E), Kabupaten Brebes, Kabupaten Batang
(G-C), Kabupaten Pemalang (G – D)
* H = eks Karesidenan Semarang: Kabupaten/Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten
Kendal (H – D), Kabupaten Demak
* K = eks Karesidenan Pati: Kabupaten Pati (K – A), Kabupaten Kudus (K – B),
Kabupaten Jepara (K – C), Kabupaten Rembang (K – D), Kabupaten Blora,
Kabupaten Grobogan
* R = eks Karesidenan Banyumas: Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, Kabupaten
Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara
* AA = eks Karesidenan Kedu: Kabupaten/Kota Magelang, Kabupaten Purworejo,
Kabupaten Kebumen, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo
* AB = DI Yogyakarta: Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul,
Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo
* AD = eks Karesidenan Surakarta: Kota Surakarta (AD), Kabupaten Sukoharjo (AD – B),
Kabupaten Boyolali (AD – D), Kabupaten Sragen (AD – E), Kabupaten
Karanganyar (AD – F), Kabupaten Wonogiri (AD – G), Kabupaten Klaten (AD – C)
Jawa Timur
* L = Kota Surabaya
* M = eks Karesidenan Madura: Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten
Sampang, Kabupaten Bangkalan
* N = eks Karesidenan Malang: Kabupaten/Kota Malang, Kabupaten/Kota Probolinggo,
Kabupaten/Kota Pasuruan, Kabupaten Lumajang, Kota Batu
* P = eks Karesidenan Besuki: Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten
Jember, Kabupaten Banyuwangi
* S = eks Karesidenan Bojonegoro: Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten/Kota Mojokerto,
Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Jombang[2]
* W = Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik[3]
* AE = eks Karesidenan Madiun: Kabupaten/Kota Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten
Magetan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan
* AG = eks Karesidenan Kediri: Kabupaten/Kota Kediri, Kabupaten/Kota Blitar, Kabupaten
Tulungagung, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek
Catatan:
1. ^ Daerah dengan kode wilayah Z sebelumnya memiliki kode wilayah D (eks Karesidenan
Parahyangan)
2. ^ Jombang memiliki kode wilayah S sejak tahun 2005, sebelumnya memiliki kode
wilayah W
3. ^ Daerah dengan kode wilayah W sebelumnya memiliki kode wilayah L (eks
Karesidenan Surabaya)
Bali dan Nusa Tenggara
* DK = Bali
* DR = NTB I (Pulau Lombok: Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten
Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah)
* EA = NTB II (Pulau Sumbawa: Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa,
Kabupaten Dompu, Kabupaten/Kota Bima)
* DH = NTT I (Pulau Timor: Kabupaten/Kota Kupang, Kabupaten TTU, TTS, Kabupaten
Rote Ndao)
* EB = NTT II (Pulau Flores dan kepulauan: Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten
Manggarai, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten
Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor)
* ED = NTT III (Pulau Sumba: Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Timur)
Kalimantan
* KB = Kalimantan Barat
* DA = Kalimantan Selatan
* KH = Kalimantan Tengah
* KT = Kalimantan Timur
Sulawesi
* DB = Sulawesi Utara Daratan (Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kabupaten
Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara,
Kabupaten Minahasa Selatan)
* DL = Sulawesi Utara Kepulauan (Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan
Talaud)
* DM = Gorontalo
* DN = Sulawesi Tengah
* DT = Sulawesi Tenggara
* DD = Sulawesi Selatan
* DC = Sulawesi Barat
Maluku dan Papua
* DE = Maluku
* DG = Maluku Utara
* DS = Papua dan Papua Barat
Lain-lain
* DF = Timor Timur (tidak digunakan, karena telah menjadi negara tersendiri)
Kadang2 berguna…
Credit & Thanks to oley @kaskus
Add comment Desember 5, 2008



